Minggu, 28 Desember 2025

Cinta Yang Datang (Lagi)

Betapa indah cinta yang suci
Ketika diri ini dinanti
Begitu berdebar jiwa yang sunyi
Seakan cinta tumbuh bersemi

Dibutuhkan tuk melengkapi raga
Diharapkan tuk menyempurnakan cinta
Didekap tuk menguatkan sanubari
Alangkah teduh saat hati tak lagi merasa sendiri

Pernah remuk oleh janji yang gugur
Pernah beku dalam peluk yang hambar
Kini hangat itu datang dengan jujur
Seketika wajah cerah memancar

Tiada lagi mengemis rayuan
Kata cinta diungkapkan bertaburan

Cinta ini tak lagi berteriak meminta
Ia hadir seperti laut yang setia
Menghamparkan kembali rasa percaya
Bahwa dicintai adalah merasa bermakna

Jantung berdentang menemukan irama
Tak lg sepi membuatnya gemetar
Menghadirkan ketenangan sebab bersama
Merangkai kisah tuk bermimpi besar

Dicintai, Dibutuhkan, Diharapkan
Bukan sekadar singgah di dada
Namun tak paham arah pulang

Terima kasih karena didekatmu ku merasa sempurna
Segala kurangku kau buat indah diterima

Dan jika cinta adalah doa
Maka engkaulah jawabannya
Yang datang setelah air mata
Menjahit kembali hatiku dengan cinta
Semoga menjadi nyata

Jumat, 26 Desember 2025

Anugerah

Kau adalah anugerahku
Aroma tubuhmu adalah parfum terbaikku
Wajah polos mu adalah keindahan yg memulai hariku
Tubuh mungilmu terasa penuh memelukku
Ketulusan cintamu melahirkan energi baru
Binar matamu mencari keberadaanku
Seakan pertanda aku segalanya bagimu
Terima kasih untuk cinta yg utuh
Wahai anakku

Kamis, 25 Desember 2025

Henti mewangi

Mengetuk pintu berkali-kali
merajut kata dalam doa
menggaung samar 

Mungkin salah mengira rumah
Alamat tak menemukan tempat pulang
Hanya terlihat kerangka rapuh
Sejak mula berdiri ternyata hanya sebagai atap
Tak ada dinding yg kokoh menghalau terpaan angin
Menggigil dan gemetar walaupun didalam
Ternyata dibangun hanya tuk melindungi dari panasnya mentari
Bukanlah tujuan dari kehangatan hati 

Katanya 
Hangat yg dicari menghanguskan
Rumah yg dibangun membinasakan
Harapan yg tulus adalah kesalahan 
Cinta yg suci dianggapnya dosa
Kini biarlah belajar keras memadamkan pelita,
bukan karena menginginkan gelap,
tetapi karena cahaya
tak seharusnya tinggal
di tempat yang tak ingin terang.