Minggu, 28 Desember 2025
Cinta Yang Datang (Lagi)
Jumat, 26 Desember 2025
Anugerah
Kamis, 25 Desember 2025
Henti mewangi
Serpihan kaca
Nak....
Hati yang lalai
Taubat tidak bisa dipaksakan namun perbuatan dzholim adalah pilihan...
Tidak berlaku lagi negosiasi, semiliar dollar pun takkan lg berarti
Orang yg hatinya lalai takkan langsung sadar bahwa kehidupan di akhirat terus mengintai, Nyamannya Rahmat Allah Yang Menutupi Segala aib membuat terlena seakan masih bisa hidup 1.000 tahun lagi
Jika hari ini ruh dalam tubuh dicabut, malam ini akan jadi malam pertama yg dikira hanya sekedar mimpi buruk, dibukalah tabir alam akhirat yg dulu dilalaikannya, berharap bisa bangkit namun kesempatan sdh tertutup rapat, baru tersadar inilah kenyataan..
Tinggallah pertanggung jawaban dan penyesalan tak berarti
Itulah Kenyataan pahit yg bisa memuntahkan namun harus ditelan kembali bagi org org yang lalai dalam kehidupannya di dunia ini
Ingatlah berkas tuntutannya (org yg terdzolimi) sudah masuk dalam pengadilan terbesar kelak, maka segeralah menuju Rahmat Allah.. karena dipersidanganNya takkan bisa bergeser kaki ini sampai semua hak diselesaikan
Penyesalan masih sangat berarti tuk memulihkan jiwa yg sakit, maka bersegeralah menuju RahmatNya
Selasa, 18 April 2017
JUST PRAY
Pray. Don’t forget to talk to God. Tell Him everything, your worries, your disappointments, your pain, your anger, your fears, everything. He will listen to you. He will always give you the answers to your prayers, maybe not in a way you expect it but in his own way. Never forget that God is always there for you.
cc: Tumblr
Kamis, 22 Oktober 2015
I Want to Grow Old with You
“Children brought tension to your relationship. A tension you’d never known together; a tension you assumed happened to ‘other’ people. Not you.Through the foggy exhaustion of those early years, though, you still clung to each other, assuring yourselves that this would pass. Life would get easier when they weren’t so small.With the kids a little older and a little more independent, you looked around and thought maybe now you and your husband could get back to connecting, get back to the way it was before kids.You missed the way he used to look at you like you were his person in this world.You missed the spark you used to feel for each other.You two had been on lockdown mode for so long trying to nurture these two helpless little humans and, frankly, keep them alive, and now you could see a little crack of light streaming through, a small space opening where you could breath and relax into him again.And before you drift off to sleep you think how much he means to you, how you could have lost him, how grateful you are that he is still here next to you, and most of all, how much you love this man–the man that he is now, not the man that you were trying to make him be, or the man that he was on your wedding day.Which brings me to this, my best wedding day advice: View today as the start of your journey. Board the ship together, set sail. When the storms come, as they always do, your instinct will be to turn the boat around, head back to what you left behind. Know this; what you are looking for is not behind you. You will get lost trying to get back to that place.Then, in a voice you’d never heard in all your years together, he looked right at you and said softly, “I still want to grow old with you.”
“Anak adalah alasan nomor satu bagi para orang tua untuk menomorduakan perkawinan,” Ia juga menambahkan, “Padahal kalau punya anak, Anda harus mengutamakan perkawinan lebih dulu, karena memiliki hubungan yang baik adalah hadiah seumur hidup yang bisa Anda berikan kepada anak-anak.”
Jumat, 17 April 2015
Ida
*fi = first impression*
![]() |
| 1000 kisah disini -ce'elah- |
![]() |
| jamannya foto pake cameroid,haha shela,ida,aku |
![]() |
| esha, rani, ida, aku |
Senin, 13 April 2015
MISKIN TIDAK HARUS MENGEMIS
Ini adalah sepenggal kisah yang diceritakan oleh Ibu Ernydar Irfan, Semoga menginspirasi.
Miskin Tidak Harus Mengemis.
Hari ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko saya:
“Bu… beli kue saya… belum laku satupun… kalau saya sudah ada yang laku, saya enggak berani ketuk kaca toko Ibu… ”
Saya persilakan dia masuk dan duduk. Segelas air dan beberapa butir
kurma saya sajikan untuknya.
“Ibu bawa kue apa?” tanya saya.
“Gemblong, getuk, bintul, gembleng Bu” jawabnya.
Saya tersenyum dan berkata: “Saya nanti beli kue ibu… tapi Ibu duduk dulu, minum dulu, istirahat dulu”.
“Muka Ibu sudah pucat”
Dia mengangguk dan melanjutkan bicara:
“Kepala saya sakit Bu.. pusing, tapi harus cari uang. Anak saya sakit,
suami saya sakit, di rumah hari ini beras udah gak ada sama sekali. Makanya saya paksa jualan”, katanya sambil memegang keningnya.
Air matanya mulai jatuh. Saya cuma bisa memberinya sehelai tisu dan dia melanjutkan bicara: “Sekarang makan makin susah, Bu. Kemarin saja beras gak kebeli, apalagi sekarang. Katanya bensin naik. Apa-apa serba naik. Saya udah 3 bulan saya cuma bisa bikin bubur. Kalau masak nasi gak cukup. Hari ini jualan belum laku, nawarin orang katanya gak jajan dulu. Apa-apa pada mahal. Katanya uang belanjanya pada enggak cukup”.
“Anak ibu sakit apa?” saya bertanya.
“Nggak tau ibu, batuknya berdarah”, saya terpana.
“Ibu.. Ibu harus bawa anak Ibu ke puskesmas, kan ada BPJS?”
Dia cuma tertunduk, lalu melanjutkan bicara:
“Saya bawa anak saya pakai apa Bu? gendong gak kuat, jalannya jauh,
naik ojek gak punya uang”
“Ini kue Ibu bikin sendiri?” tanya saya.
“Enggak Bu, ini saya ngambil ke orang”, jawabnya.
“Terus Ibu penghasilannya dari sini saja?” dia mengangguk lemah.
“Berapa Ibu dapet setiap hari?”
“Nggak pasti Bu, ini kue untungnya 100-300 perak, bisa dapet 4 ribu -12 ribu paling banyak.” jawabnya.
Kali ini air mata saya yang mulai mengalir.
“Ibu pulang jam berapa jualan?”
“Jam 2.
Saya gak bisa lama-lama Bu, soalnya uangnya buat beli beras.
Suami sama anak saya belum makan. Saya gak mau minta-minta, saya
gak mau nyusahin orang.”
Lalu kata saya: “Ibu, kue-kue ini tolong Ibu bagi-bagi di jalan. Ini buat beli beras buat 1 bulan, ini buat 10x bulak balik naik ojek bawa anak Ibu berobat. Ini buat modal Ibu jualan sendiri. Ibu sekarang pulang saja. Bawa kurma ini buat
pengganjal lapar”.
Ibu itu menangis. Dia pindah dari kursi ke lantai, dia bersujud. Tak
sepatah katapun keluar, lalu dia kembalikan uang saya.
“Kalau Ibu mau beli. Belilah kue saya. Tapi selebihnya enggak bu. Saya malu.”
Saya pegang erat tangannya.
“Ibu… ini bukan buat Ibu. Tapi buat Ibu saya. Saya melakukan bakti ini
untuk Ibu saya, agar dia merasa tidak sia-sia membesarkan dan mendidik saya. Tolong diterima”.
Saya bawa keranjang jualannya. Saat itu saya memegang lengannya dan saya menyadari dia demam tinggi.
“Ibu pulang ya…”
Dia cuma bercucuran airmata lalu memeluk saya dan berkata
“Bu.. Saya gak mau kesini lagi. Saya malu. Ibu gak doyan kue jualan saya. Ibu cuma kasihan sama saya… saya malu….”
.
Saya cuma bisa tersenyum dan berkata
“Ibu… Saya doyan kue jualan ibu, tapi saya sedang kenyang.
Sementara
di luar pasti banyak yang lapar dan belum tentu punya makanan.
Sekarang Ibu pulang yaa…”
Saya bimbing dia menyeberang jalan, lalu saya naikkan angkot. Dia terus berurai air mata…
LALU SAYA MASUK LAGI KE TOKO, MEMBUKA-BUKA FB SAYA DAN MEMBACA STATUS ORANG-ORANG BERDUIT YANG MENJIJIKAN
THE SHOW MUST GO ON...!!!
Sumber : ust muhammad wujud
—
Copas ust khalid syamhudi
*recopas dari kawan di group SMT, kisah nyata dan sudah di konfirmasi kebenaran nya dgn ibu yang bersangkutan.*
copas :https://gizanherbal.wordpress.com/2015/01/13/miskin-tidak-harus-mengemis/ dengan sedikit editan capslock
Sabtu, 07 Februari 2015
Aku Seorang Penuntut Ilmu, Akan Tetapi…
Tak ada waktu bagiku untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, untuk mengobati hatiku dan mengangkat derajatku di surga…
Tak sempat untukku melakukan sholat malam, atau hanya sekedar satu raka’at witir…
Hal-hal sia-sia tak berguna memenuhi hayatku…
Aku kurang perhatian dengan jadwal dan janji…
Aku tak paham tentang berharganya waktu…
Aku tak pernah memiliki target dan tujuan hidup…
Aktivitas harianku bukanlah aktivitas yang bermanfaat dan berkualitas.
Kalau ada kegiatan bersenang-senang dan mengasyikkan, kan kau dapati aku orang yang pertama hadir.
Tapi, kalau kegiatan majelis ilmu dan mengkaji agama, sorry, aku sibuk.
Lisanku tak pernah berhenti dari mengghibahi kaum muslimin dan menjatuhkan kehormatan mereka…
Syaithan selalu menggoda dan menjerumuskanku dalam perbuatan burukku ini…
Jadilah aku seorang yang hobi menjatuhkan para du’at dan ulama, siang dan malam…
Aku susah menerima nasehat.
Kalau ada orang yang menasehatiku, memerah marah wajahku dan sesak dadaku…
...يَا حَامِلَ الْقُرْآنْ
Dari Buraidah, ia berkata, “Aku pernah duduk-duduk bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aku mendengar beliau bersabda, “Pelajari surat Al-Baqarah. Sebab, bila ia diambil maka itu adalah sebuah barokah. Namun, bila ia ditinggalkan, maka itu adalah sebuah kerugian. Dan tukang sihir tidak akan mampu melakukannya.”
Buraidah berkata, “Lalu, beliau terdiam sejenak kemudian bersabda, “Pelajarilah surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Sebab keduanya adalah Az-Zahrowan (dua hal yang bersinar) yang akan menaungi pemiliknya pada hari kiamat, seolah-olah keduanya adalah dua awan mendung, atau kawanan burung yang mengepakkan sayap-sayapnya. Pada hari Kiamat, al-Quran akan mendatangi pemiliknya saat kuburnya terbelah dalam wujud seorang lelaki yang (berkulit) kekuning-kuningan. Ia berkata kepadanya, “Apakah kamu mengenaliku?” Ia menjawab, “Aku tidak mengenalimu.” Al-Quran berkata kepadanya, “Apakah kamu mengenaliku?”
Ia menjawab, “Aku tidak mengenalimu.”
Al-Quran berkata kepadanya, “Aku adalah sahabatmu, Al-Quran, yang telah membuatmu begadang di malam hari. Setiap pedagang akan mendapatkan hasil di balik perdaganngannya. Saat ini, engkau menuai hasil dari setiap perniagaan.” Ia akan diberi kerajaaan di sebelah kanannya dan kekekalan di sebelah kirinya serta diletakkan mahkota kewibawaan di kepalanya. Kedua orang tuanya diberi dua pakaian (kehormatan), yang tidak dimiliki oleh penduduk dunia. Kedua orang tua tadi bertanya, “Kenapa kami dikenakan busana ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu telah menghafal Al-Quran.” Lalu dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah ke derajat surga dan kamar-kamarnya.” Ia akan terus naik selagi ia masih membacanya, baik dengan bacaan yang cepat maupun perlahan-lahan (tartil).”
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad no. 21892. Dihasankan oleh Ibnu Katsir. Hadits ini juga tertera dalam kitab As-Silsilatush Shohihah, karya Al-Albani no. 2829)
Selasa, 27 Januari 2015
Inikah waktunya?
bukan, bukan tentang cinta yang aku alami.
apa ini yang disebut kisah kehidupan?
biarlah makna indah ini akan muncul, sesuai kehendak-Nya.
inikah yang disebut dewasa?
ketika aku dihadapkan dengan semua ini dan dengan tenang aku harus berfikir bijak.
benarkah?apa ini hanya ada di dalam mimpi tidur ku?
kamu?apakah kamu semua yang disana mengalami apa yang ku alami?
bolehkah ku minta kau untuk kemari, temani aku.
bisakah kau cepat, lebih cepat..kemari.
apakah ini rumit?
bolehkah untuk kali ini kau bantu aku melalui jalan untuk membuatnya menjadi lebih sederhana.
mengapa seakan ini seperti matematika?
bisakah ku cari ketenangan dengan terus berjalan melangkah?
tak bisakah kali ini, aku berdiri saja.
jangan, jangan tarik aku untuk berlari dulu.
cukup diamlah didepanku. dan katakanlah "semua ini akan baik baik saja"
Minggu, 25 Januari 2015
Antara curhatanku dan kamu..
"Antara curhatanku dan kamu yang selalu mendengarkan ku dengan sabar, menasihatiku dengan bijak dan lemah lembut, penuh cinta. Seakan tak ada titik yang mengakhiri kalimatku, membuatmu mencoba mengerti dan paham akan semua yang ku katakan. Tetaplah setia menjadi pendengar ceritaku dikala aku tak sanggup membawanya sendiri. Maukah kau?"
Minggu, 18 Januari 2015
Ans
kisah itu berawal..ah bahkan kitapun tidak bisa memastikan awal dari pertemuan kita itu di episode berapa. Awalnya saya melihat dia itu seperti...................
"anak pinter tuh"
"kerudungnya rapi bener"
"wkwkwk..bisa diajak basa basi juga dah"
'kayaknya aku pernah liat muka yg mirip sama kamu deh"
"ih iyaaaa...muka aku mah emang pasaran"
basi ya?haha,tapi emang bener..kayaknya saya pernah liat muka macam dia,haha.
ngobrol, curhat,cerita,ketawa, nangis antara jalan pamulang-ciputat kayaknya pernah kita lakuin. Serasa angkot udah kaya mobil pribadi, bahkan ketika waktu itu saya pulang sendiri abang angkot nannya "temen yg satunya kemana,neng?".Setiap yg kita liat gak jarang kita omongin, misalkan nasib para pedangan pasar(?) sepertinya kita cocok jadi anggota DPRD. Tapi biar bagaimanapun saya harus berbangga diri karna saya adalah seniornya dalam urusan naik angkot,haha!
Di angkot.. apa aja kita omongin, kejadian remed mtk saya yang tak berujung misalnya,-
yups!kala itu perbedaan yang sangatttttt kontras antara kita adalah dia adalah pecinta EMTEKA dan saya adalah pecinta REMED EMTEKA!sudahlah sayapun lelah mengingatnya(..)
eh jangan salah...
seperti kata pepatah
bahkan sekarang jarak hampir saja memisahkan kita, hahaha. telponan walaupun gak sering..sekalinya telpon buat pulsa saya abis padahal operator yg kita pake sama, tapi akhir akhir kemarin dia yg nelpon(so switt kan qq?), atau lewat chat..huhft walaupun ini juga jarang..tapi sekalinya chat langsung deh kayak bikin cerpen:).
mungkin sampe disini aja nostalgia saya dengan anda nona..haha
sampai berjumpa dilain kesempatan, tapi sebelum itu................................
izinkan saya untuk membuat suatu surat terbuka tentangmu
Dear Ans, entah kenapa yang pertama kali aku pikirin itu...semoga kamu dapet suami yg seru!!(?) haha
siapa tau naik kereta pertama kamu sama dia, ejiyee..
Ans..gimana soulmatemu itu (pend.mtk)?semoga saja dia gak buat kamu kecewa...
Ans..ishh bisa gak sih kalo bales chat itu yg puaaanjaanggg!
Ans..kamu sekarang gak sering ceming kan?
Ans..ah bingung @$#%^*##$$*##452183258^*(%^*$%
Ans, aku keinget sesuatu!
hahaha inget gak aku, kamu, salma, ajeng, sama gigih juga gak si? (kalo gak salah) 'cabut' dari jam pelajaran s*o*siolo*gi...
tapi
"ehh liat masih ada bu ... gak?"*ngendap ngendap di tangga*
"eh masih ada" *ngintip jendela*
"eh liat lagi gih sana"
"eh udah masuknya nanti aja pas udah bel"
"eh gimana nih"
"yaudah tenang aja apa"
wkwk kira kira begitu ya?
dear Ans, kalo kamu udah nikah nanti kita masih bisa chat-an macam itu lagi gak?bisa telponan kaya gitu lagi gak?jahaha, kapan kapan kapankapan lagi aku mau edit postingan ini atauu buat lagi postingan macam ini..ciatss!
Ans...dia yang memiliki nama asli Mardia..na zulfa
mk~
Senin, 15 Desember 2014
Masa kecil
Saya termasuk dalam kategori anak yang mempunyai masa kecil yang bahagia, walaupun bahagia itu relatif untuk didefinisikan tapi pasti kita punya alasan tersendiri untuk mendeskripsikannya.
Hal yang pertama saya ingat adalah masa kecil saya bersama Debby, dan Ega. Rumah kami yang saling berdekatan membuat kami sering sekali bermain bersama, mungkin ini yang disebut temen masa kecil?dan Ega adalah satu-satu anak laki-laki.
- Bermain kantor-kantoran, masih ada gak ya jaman sekarang anak-anak SD main kaya beginian. Tidak begitu mengenal apa yang kami ketahui tentang pekerjaan orang kantor, yang jelas kami membuat sebuah ruangan yang dibatasi oleh bangku-bangku dan meja. Kami membuat kesepakatan mengenai jabatan, mungkin pada saat itu kami hanya tau ada karyawan, dan seorang Bos beserta wakilnya :D. Entah apa yang kami kerjakan walau cuma menulis hal-hal yang gak penting, tapi itulah masa kecil yang kadang membuat saya cengar-cengir ketika mengingatnya
- Bermain dokter-dokteran, biasa...anak kecil kalo ditanya cita-cita pasti jawabannnya sebagian besar itu ya.,jadi dokter. Ada yang bertugas jadi yang nulis kalo ada pasien, yang jadi dokter, dan pasien itu sendiri. padahal pasiennya cuma itu-itu aja tapi kami tetap "menghayati"peranan kami itu. Seringkali kamipun berganti peran, Saya benar-benar merasakan menjadi seorang dokter kalaitu
-Bermain rumah pohon, Rumah saya dan rumah Ega yang hanya dibatasi oleh sebah tembok dan pohon berbatang kayu berukuran kecil sering kami sebut sebagai "rumah pohon". Saya bisa dibilang sering lompat dari tembok itu untuk dijadikan 'jembatan penyebrangan' bagi saya, tingginya sekitar 1,2 meter kurang dikiit kalo diitung dari rumah saya,tapi kalo dari rumah Ega mungkin hanya sekitar 1 meter kurang 20 cm (hiyalu..wkwk). Fisik Ega yang lebih kecil daripada saya dan debby sering membuatnya takut untuk melompat ke arah rumah saya, tak jarang Ega gagal untuk melompat^^, begitu pula debby walaupun tinggi kami sama pada saat itu(sekarang udah kaya bambu) tapi tetep aja dia lebih milih untuk muter jika mau menyebrangi antara rumah saya dan Ega (ya walaupun jarak tempuhnya gk nyampe 20 langkah :)) ) #peaceDebbyEga :D.
Kalo lagi ujan kami menyangkutkan payung di ranting-ranting pohon, dan di atas tembok itulah kita seakan akan berada di rumah pohon. Seru kan? :$
-Belajar bareng, semenjak kelas 3 Ega pindah ke sekolah
Pelajaran yang paling sering kami jadikan sebagai menu utama adalah IPA, IPS, MTK, hah!ternyata 'pendiskriminasian' ini telah ada semenjak
oke, dan pelajaran IPS yang paling sering pelajarin, karena IPS banyak banget materinya....inget banget ngafalin koordinat-koordinat gitu, ciri khas negara-negara, terus ngafalin arti lambang koperasi, dll kita belajar IPS dengan baca abis itu tanya jawab biasanya di rumahnya Ega, kalo masalah geografi si Ega jago banget, kalo tentang lambang-lambang sama fungsi/tugas dll debby mantap sekaleh, kalo saya?saya paling mantap nerusin jawaban orang (?) hahaha, kangen juga masa kaya gini...
kalo yg itu beberapa masa kecil saya sama Temen Masa Kecil, kalo ini?
- semasa hidup saya pernah mecahin lebih dari 30 piring :D, waktu kecil gak kecil-kecil bgt si, sekitar 8/9 taunan deh, mamah sama papah saya(kalo gak salah)mau ngajakin ke suatu tempat, dan saya gak ngerti betapa freaknya saya kenapa pada saat itu naik-naik keatas tempat cuci piring yang disampingnya ada rak piring setinggi setengah meter padahal saya memakai baju long drees gak long long banget si...(?), tapi karna itulah kejadian ini terjadi....saya mau beraksi terjun bebas dan tiba tiba "komprangggggg.........' piring piring beserta raknya turut serta dalam penerjunan saya..yups baju saya kesangkut. Alhamdulillah saya gpp :D
- ditinggal (sengaja) di komplek orang (komplek taman mangu indah) sama papah, bagaimana saya bisa lupa sama kejadian ini, saya inget banget nangis-nangis muter-muter komplek orang diliatin ibu ibu, saya nangis 'papahhhhh..papahhh..dimana?" untung aja waktu itu belom ada ayu ting-ting ya? (dimana dimana dimana,ku harus mencari kemana...) dan pada akhirnya ketika mencapai puncaknya papah saya menghampiri saya, aaa lumayan romantis (loh?) yah mungkin karna inilah saya paling anti sama kata 'nyasar' karna selagi ada org yg bisa ditanya pasti kita gk nyasar, kalo gk ada orang?hmmm saya tidak akan biarkan diri saya pergi seorang diri, wkwkwk, dan mungkin karna 'pembelajaran' ini juga saya gak buta banget sama jalanan di jabodetabek (seenggaknya kalo nyasar tinggal nyari stasiun terdekat turun di stasiun jurangmangu/pondok ranji, lol)
- saya punya aa' (anak dari kakanya mamah saya) dan waktu kecil saya juga sering main sama dia, ada 3 orang temen rumah aa saya ; mas Anton, aa arif, sama ahong (kenapa ahong?karna wajahnya kaya ahong #katabibisaya .-. eh saya jd ikut ikutan manggil ahong padahal dia lebih tua 3 atau 4 tahun dari saya :D) dan mereka pada 'sayang'sama saya...mwhuaha terhura, masa kecil saya juga banyak dihabiskan di rumah mbah putri (tempat aa tinggal) jadi saya cukup 'terkenal' disana. Pernah ketika pada saat saya ulang tahun ke 7 kalo gak salah....saya dikerjain abis-abisan sama mereka (di bohongin, diceplokin telor, disiram air got, disiram tepung) jangan ditiru ya :( karini termasuk mubazir dan banya mudharatnya ;). Dan sekarang mereka udah pada gede-gede..sayapun gak berani negurnya :3 walaupun kadang mereka yg negur duluan kaya "eh sucii..." "sucot?" "eh ci" "wih suci udah gede" *masa mau kecil terus;(.
hehehe, itu beberapa pengalaman, dan kisah masa kecil saya....bagimana dengan kisah masa kecilmu? ;) semoga menjadi kenangan indah ya...
Sabtu, 13 Desember 2014
10 FAKTA
1. Paling tinggi diantara mamah, papah, dan ade-adenya :))
2. lulus kemudaan, 15 tahun 11 bulan dinyatakan lulus SMA. Alhamdulillah diberi kemudahan cepet lulus sekolah, banyak orang yang bilang "pengen cepet nikah ci?
3. Pernah nangis gara-gara dicemingin papahnya.
4. punya ade yang jarak usianya 12 tahun.
![]() |
| ade saya waktu masih bayi -sekarang 4 tahun^^- |
5. mending disuruh naik gunung daripada ngerjain 1 SOAL MTK SMA:'D #nooffenseloh^^
6. punya banyak pengalaman naik motor : waktu naik motor pernah nabrak meja "dsb", ketabrak emas-emas(?) di daerah bintaro sektor 7, tangannya keram kedinginan waktu pertama kali naik motor sambil ujan-ujanan, pernah ngeboncengin papahnya ke kp.rambutan dgn kecepatan >60km/jam, dll
7. Pernah ketinggalan tas sekolah di angkot #kwkwk (waktu SD) dan membuat seluruh tukang ojeg bantuin nyariin tas di setiap angkot C.09 #terharu
8. gampang ketawa, gampang nangis. \'-'/
9. pengen boncengan sama suami pake motor
10. setia :D
Senin, 08 Desember 2014
Abu Usamah
pertama kali tau Ustadz Abu Usamah itu sekitar 1,5 tahun lalu ( kalo gak salah) awalnya lg nyari rekaman video sholat di masjidil haram, dan tiba-tiba ngeliat video shalat subuh yang imamnya Ustadz Abu Usamah Abu Usamah Sholat Subuh, langsung deh saya convert ke mp3, alhamdulillah tanpa niat ngafal tiba tiba bisa ngikutin..dan ngalir gitu aja..awalnya saya kurang 'engeh' itu surat apa (padahal ada di videonnya) ternyata itu surat An-Nisa ayat 137-147 sama Al Munafiqun.
ehm ehm cek cek.. (cek suara)
kayaknya baru-baru ini video rekaman ceramah Abu usamah mulai ada di yufid, ciattttttttt!recommended bgt nih buat temen-temen......untuk denger ceramahnya ataupun rekaman murottal abu usamah, jatuh cinta deh, eitss sama ceramahnya maksudnya.-.
oiya tapi masih berharap ada rekaman Abu usamah selain dari juz 30,29 + juz 1, yang juz 1 juga banyak yg kepotong :(
berharap se berharapnya harap (?) yaa minimal 15 juz deh, untuk pihak rodja ayo dong ajak ustadz Abu usamah rekaman lagi :'3, hahahau
oke ini aja, terimakasih^^
Mk~
ini salah satu ceramahnya Abu Usamah dari Yufid :
Selasa, 25 November 2014
saatnya belajar (lagi)
betapa bahagianya kita ketika anak-anak kecil apalagi yang masih ada hubungan darah sama kita udah bisa melantunkan ayat Suci Al Qur'an dibandingkan melihat anak-anak kecil yang bernyanyi 'sakitnya tuh disini' miris,bukan?
yuk coba..Mengenali anak kecil dengan Al Qur'an sedini mungkin..
jangan sampe lagu lagu yang berdendang lebih dahulu didengar daripada Kalamullah.. :)
#mk


.jpg)




















